Anda Tidak Memiliki Akses Materi

Selesaikan materi aktif terlebih dahulu

Anda Tidak Memiliki Akses Materi

Bantu Kami Memahami Apa Yang terjadi

Apa yang terjadi ?

Kimia Organik - Hidrokarbon dan Turunannya

Apa itu Hidrokarbon dan Turunannya?


  • 0/0 Video
  • 0/6 Sub Bab
  • 0 Diskusi
Update Terakhir : 20 August 2017

Turunan Hidrokarbon dan Gugus Fungsi

  • Haloalkana (Halogenoalkane)  
    • Jarang ditemukan di alam
    • Diperoleh dari hasil reaksi alkana dengan halogen (F, Cl, Br, I) dalam cahaya ultraviolet. Reaksi ini disebut reaksi substitusi.
    • Dinamakan dengan urutan halogen terlebih dahulu (sesuai kereaktifan F > Cl > Br > I)
    • Kegunaan haloalkana:

 

  • Alkohol
    • Dibagi menjadi alkohol primer, sekunder dan tersier
    • Alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehid, dan dalam kondisi oksidasi yang ekstrem, maka dapat membentuk asam karboksilat
    • Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton
    • Tata penamaan:  
      • Akhiran –a pada alkana diganti menjadi –ol
      • Diawali dengan lokasi gugus –OH, kemudian diikuti dengan nama alkana yang sudah diganti akhirannya menjadi –ol.

 

  • Eter
    • Isomer gugus fungsi (functional group isomer) dari alkohol
    • Sering digunakan sebagai pelarut organik dan sebagai bahan dasar dari obat bius dalam keperluan medis.
    • Penamaan: alkosi diikuti oleh alkananya

 

 

 

  • Aldehida
    • Diperoleh hasil oksidasi alkohol primer, atau reduksi (adisi hidrogen) asam karboksilat
    • Bereaksi dengan pereaksi Grignard untuk menghasilkan alkohol sekunder
    • Mudah mengalami reaksi adisi karena memiliki ikatan rangkap C=O.
    • Tata penamaan:
      • Akhiran –a pada alkana diganti menjadi akhiran –al
      • Atom karbon yang terdapat pada gugus –CHO diberikan nomor 1

 

 

  • Kegunaan aldehida:
    • Formaldehida (HCHO) – bahan pembuat formalin, plastik dan pengawet mayat.
    • Asetaldehida (CH3CHO) – zat pewarna, pengawet dan juga industri karet sintesis

 

  • Keton
    • Merupakan isomer gugus fungsi dari aldehida
    • Kalau aldehida C=O nya di akhir, maka keton memiliki C=O di tengah
    • Dihasilkan dari oksidasi alkohol sekunder
    • Biasa digunakan untuk menghapus cat kuku (kutek) dari jari-jari, dan juga digunakan sebagai pelarut plastik. Keton siklik juga berguna sebagai bahan dasar parfum karena baunya yang sedap.
    • Tata penamaan:  
      • Akhiran –a pada alkana diganti menjadi akhiran –on
      • Penomoran atom dimulai dari salah satu ujung sehingga nomor gugus C=O mempunyai harga sekecil mungkin.

 

  • Asam Karboksilat (Carboxylic Acids)
    • Diperoleh dari oksidasi alkohol primer dalam keadaan ekstrem, ataupun oksidasi dari aldehida.
    • Biasa digunakan untuk pengasam makanan, contohnya:  
      • Asam asetat (asam etanoat) digunakan sebagai pengasam makanan, lebih sering dikenal dengan istilah “cuka”
      • Asam tartat sering digunakan sebagai pengasam permen dan minuman 
    • Bisa juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun (asam palmirat dan asam stearat)
    • Bisa juga digunakan dalam industri material contohnya: 
      • asam adipat yang digunakan sebagai bahan nilon,
      • asam oksalat untuk menghilangkan karat,
      • asam metanoat sebagai bahan untuk tekstil.  
    • Tata penamaan:
      • Akhiran –a pada alkana diganti menjadi –oat
      • Tambahkan kata “asam” sebelum itu
      • Atom karbon yang terdapat pada gugus –COOH diberikan nomor 1

 

  • Ester
    • Turunan dari asam karboksilat
    • Diperoleh dari hasil kondensasi asam karboksilat dengan alkohol.
    • Isomer gugus fungsi dengan asam karboksilat
    • Dapat dihidrolisis untuk memperoleh asam karboksilat dan alkohol.
    • Mudah menguap dan berbau sedap, maka biasa digunakan untuk membuat esens, parfum dan sabun.
    • Tata penamaan:  
      • Penamaan ester mengikuti format “alkil alkanoat”
      • Alkil = gugus yang berikatan kovalen tunggal dengan O pada gugus –COO–
      • Alkanoat = gugus yang berikatan kovalen tunggal dengan C pada gugus –COO–

Komentar

Silahkan login untuk berkomentar materi ini